Oleh: doelsoehono | Mei 1, 2010

Semua kembali kepadaNya .

Rasanya ingin meronta tapi tak kuasa .
Rasanya ingin menangis tapi tak pantas .
Ingin melangkahkan kaki sejauh -jauhnya tapi ada tali yang menjeratnya .Tak bolehkah aku merana .
Tak pantaskah aku duduk sejajar dengannya .
Tak layakkah aku aku berdampingan dengannya .
Mungkinkah derajad yang selalu menjauhkannya .
Mungkinkah harta yang menjadi ukurannya .
Mungkinkah pangkat dan derajad yang menjadi standarnya .
Semua aku belum tahu jawabbannya .
hanya -dan hanya Dia yang bisa menjawabnya .

Iklan

Responses

  1. setuju sekali pak .. apa yang kita cari Harta Benda semuanya yang bersifat semu di Dunia ini juga nanti akan sia – sia .. tidak ada harda benda yang di bawa mati … sampai tiba pada waktunya nanti kita akan kembali kepadaNya….

    • ya itu tadi bilangnya pak guru … kita bekerja siang dan malam seakan -akan hidup 1000 tahun lagi .

      kita rajin beribadah seakan -=akan kita mati waktu itu jua .

      makasih pak Bayu .

  2. Sangat mudah mengatakan berserah, tapi kadang kita tidak bisa rela begitu saja….

    • ya pak itu sudah menjadi hal yang lumprah karena masih mempunyai rasa berat untuk melepaskannya .

      makasih pak Cahyo .

  3. yup, dunia mmg sdh gila karena penghuninya sdh dibutakan oleh harta, harta sdh menjadi ukuran dan standarisasi pergaulan sehari-hari……..

    • ya begitulah adanya Cuma kalau bisa kita yang masih di berikan kesadaran mudah-mudahan tidak selalu mendewakan sesuatu kecuali kepadaNya .

      Makasih sudah berkenan hadir .

  4. mari bersama-sama mencari jawabnya

  5. Ketika keluh kesah tidak bisa dibagikan.. Hanya kepada Dia kita mengadu.. dan Hanya DIA yang tahu mengapa…

    • karena itu kita mengadu kepadaNya …. ada kemauan Insyaalloh ada jalan …makasih mengingatkan .

      • Pak..
        maaf sedikit OOT….
        Kok link bapak di komen post terakhir lia
        http://galuh.wordpress ya ? itu punya Bapak ya… ?
        lia penasaran abisnya pas dibuka kok dialihkan ke iklan gitu..

        Mohon pencerahannya..
        Makasih pak

      • ooo ya mbak ..tadinya mau nama Galluh aja e e e gak jadi .

        Galuh … doelsoehono ama aja mbak …makasih .

  6. Kang Doel, salam kenal dari saya.

    Yah, semua kembali padaNya. Karena kita hanya meminjamnya; segala yang kita punya adalah milikNya. Tidak terkecuali tubuh, harta, keluarga, bahkan rasa.

    Jadi netralkan [ikhlaskan] saja. Dari ikhlas akan timbul belas kasih…. Dan ternyata… kita semua sebenarnya memang menderita.. karena terpenjara di tengah dunia[wi]. 🙂

  7. waduh makasih pak Budi …betul sekali semua milkNya dan akan kembali kepadaNya .

  8. jadi ingat bekal untuk menghadap kepada NYA masih jauh dari cukup 😦
    salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • maaaaf ya pak baru nengok blog ….dan baru bisa coment lagi , makasih ya pak sudah berkenan mampir ..Tabanan daerah mana pak ….. ?

  9. puisi yang indah
    semoga aku juga bisa mendapatkan petunjuk dari Nya
    tentang ini semua

    • Alhamdullilah kalau bisa kita saling mengingatkan pak .. makasih

      • Baarokallah
        salam kenal teman teman
        Pemilik Blog suka berpuisi ternyata.

        إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَ‌ٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

        Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir. (QS. 10:24)

        وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

        Dan Allah menyeru ke Darus-salam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (QS. 10:25)

        Kita semua akan kembali kepadaNya.
        salam.

  10. serahkan semuanya kepada Allah yang maha kuasa, kita hanya berusaha, hasilnya yang menentukan Allah

    • makasih pak kita Berdo’a usaha tawakal dan menerima atas pemberianNya .

  11. everything has beginning and ending…back to our source

  12. Berserah diri kepada-Nya. 🙂

    • What .. mantap pak ..makasih .

  13. tapi kenapa ya pak kita seringnya ingat Dia ketika sedang merana, tapi ketika kita sedang gembira kita sering melupakan-Nya 😦

    • Ya itulah pak namanya manusia masih banyak yang selalu mengumbar dua Hawa nafsunya … Makasih pak .:P

  14. Harta yang kita punya ini marilah kita belanjakan untuk bekal akherat

    • makasih mas telah menyempatkan waktu untuk berkunjung …..pas semuanya datang dariNya dan akan kembali kepadaNya .

  15. keberserahan diri
    keindahan kebesaran hati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: